Jumat, 24 Desember 2010

SANG JUARA

Tinggal dirumah wakil kepala sekolahku membuat aku lebih tenang untuk belajar,selain kamar yang kutempati lebih nyaman untuk belajar beliau bapak tuan rumah ini sangat mendukung penuh dalam hal belajar.Biasanya aku belajar di ruang tamu dan dipan untuk tempat tidurkupun di ruang tamu dekat tembok yang belum di aci ( dihaluskan ).Dan lemari bajuku pun di ruang tamu dan hanya sebuah meja kecil yang kututup kiri kanan dan belakang dengan triplek bekas ..sedangkan bagian depan atau tutupnya hanya kupasang taplak meja buat menutup baju baju yang kupunya..itulah meja kecil yang kubagi 2 untuk baju dan buku buku sekolah..
Bagaimana lemari baju anggota keluarga selain aku ? yah normal lah…lemari besar yang bagus pada jaman itu.Tapi ya begitulah adanya..Lain dengan di rumah bapak wakil kepala sekolahku…kayak fasilitas kost standar. Meski setiap hari diteriaki sang anak anak tuan rumah…tapi aku lebih betah disini..semuanya hobby belajar..dan mau tahu berita up date pun setiap hari tinggal baca Koran langganan bapak …Tapi biasanya yang aku baca hanya jika ada puisi..cerpen atau yang bersifat sastra aja…
Pelan pelan rasa ingin memiliki pacar di hatiku makin pudar…bagiku sudah cukup melihat Valent menyakiti perasaan meski rasa sakit itu tak kunjung hilang..Suatu sore saat les bahasa Inggris di sekolah kelasku dan kelas Koko pacarnya Valent dijadikan satu ruangan karena biar tidak buang buang energy bagi guruku yang memberikan les. Aku agak gak enak hati…karena sudah pasti Valent pasti duduknya milih di sebelah Koko..dan benar juga …saat kelas B masuk ke kelas kami…Valent and the Gank berteriak kegirangan karena sang pangeran yang dicintai Valent mendatangi nya…Aku hanya diam…menahan rasa yang tak mungkin ku ungkapkan…aku pura pura cuek..meski getaran hati ini terdengar berdenyut cepat....grogi..keki..kecewa..cemburu..benci ..bercampur aduk dalam hati….
Akhirnya mulailah Tanya jawab dan mengerjakan soal…aku dapat giliran pertama untuk maju dan menyelesaikan soal yang diberikan bu Endang guru bahasa Inggrisku………Spontan Valent and the Gank teriak…” hhuuuuuuuuuuu….”   Dengan menahan nafas yang menyesakkan aku maju dan mulailah mengerjakan….meski terdengar ocehan ocehan gank Valent…aku terus saja mencoba mengerjakan soal di papan tulis….Ada juga sih kelompok yang gak setuju dengan perilaku Valent dan teman temannya ..tapi mereka pada takut komentar..maklum kalah pamor…       Setelah beberapa saat aku berdiri menghadap ke peserta les…karena soal sudah aku selesaikan…..kemudian bu Endang mulai meng evaluasi dengan sesekali mengajak murid murid untuk mengatakan salah atau benar…..ramai sekali waktu itu…bukan masalah benar dan tidaknya …tapi mayoritas suara mengatakan jawabanku salah..!! …makin ciut nyali ini…beberapa kali kuhembuskan nafas keras…merapatkan bibir…kesal !!...dan bu Endang pun menyimpulkan bahwa jawaban yang kutuliskan ………….SAAA LAAH !!.....spontan riuh sekali suasana kelas dan lebih banyak cercaan yang terdengar…aku berjalan menuju bangkuku dengan lesu ..penuh rasa malu dan dongkolnya setengah mati….bukan masalah salah aau benarnya…tapi ocehan mereka itu yang bikin aku kesel….Dan entah kebetulan atau tidak …bu Endang meminta Koko menjawab pertanyaan yang ada di papan tulis yang sudah kukerjakan tapi salah…..spontan riuh lagi suasana kelas…tapi kali ini riuh karena dukungan Valent and the Gank yang men support habis majunya Koko untuk menggantikan jawabanku yang salah…Aku makin kesel …ingin rasanya kelasku ku ledakkan bom..biar berantatakan semua sekalian…..jelas aku berharap Koko tak bisa menjawab pertanyaan di papan tulis….kulihat seluruh ruangan ..kususuri wajah wajah teman temanku tak ada yang sehati dengan aku..kecuali pura pura tidak tahu…hanya satu teman di dekatku yang terlihat simpati padaku..dia Sri..yang jauh dari kategori teman yang ingin kudekati..orangnya biasa saja tapi aku melihat dia cewek yang mandiri dan dekat sekali dengan ibunya…karena aku pernah main ke rumahnya saat meminjam sesuatu…dan ibunya ramah banget……rumahnya kecil tapi rapi..dengan dinding kayu yang tertata rapi..ibunya seorang penjahit ..kalau bapaknya aku nggak tahu…karena belum pernah ketemu saat main ke rumahnya….
Sesaat aku tersadar bahwa bu Endang sudah mulai mengevaluasi hasil jawaban Koko dengan sesekali bertanya ke kami apakah jawabannya benar atau tidak…semua berteriak  “ bee narr !!”…aku cemas menunggu kesimpulan bu Endang…kalau jawaban Koko benar…berarti aku semakin dipermalukan…..Akhirnya bu Endang mengatakan bahwa jawaban dari Koko…” saalahh !!
Ploong..!! ku hembuskan nafas keras..meski riuh kembaali terjadi..tapi setidaknya aku tidak terlalu malu dengan peristiwa ini…Koko adalah peraih rangking 1..aku merasa bahwa aku harus rangking 1 juga …itu penyemangatku………
Ujian Nasional selessai…seluruh ketegangan…beban mental..beban batin…jerih payah…cemas dan takut telah terlewati….kini saatnya santai menunggu pengumuman….di sekolah tak ada kegiatan yang pasti…semua seakan bebas beraktifitas…kecuali adik adik kelas yang tetap menjalani proses belajar mengajar seperti biasa………sebenarnya aku malas masuk…karena situasi bebas seperti ini berarti membebaskan siswa siswa untuk menjadi bingung…paling kumpul kumpul,,ngrumpi,,..tapi kalau yang lagi pacaran..ini kesempatan ngobrol ngobrol…curhat curhat…bagi aku…masuk adalah keterpaksaan…selain merasa nggak jelas kegiatannya…juga bikin capek…tapi mau nggak masuk lha wong aku tinggalnya di rumah wakil kepala sekolah….otomatis aku berangkat bareng bapak…
Saat ngumpul ngumpul seperti itu..aku sempat ditanyain Sri..” Kamu mau meneruskan sekolah dimana ?!..sambil memonyongkan mulut tanda bingung dan kuhadapkan wajah ini ke rumput di halaman sekolah tempat aku di jemur guru matematika dulu.. aku menjawab..” aku nggak nerusin sekolaah..gak punya uang..” saat itu aku teringat istrinya bapak wakil kepala sekolah yang katanya mau membiayaiku…tapi aku jelas nggak mau…dia kan harus membiayai anak anaknya juga…lagian aku mesti hidup dengan teriakkan dan jari telunjuk anak anak mereka…mending aku nggak sekolah…trus kerja di pabrik saja …pikirku saat itu.  Dan ketika aku kembali melihat Sri..kulihat tangannya bergerak menyeka air matanya…ternyata dia menangis mendengar jawabanku…dan Sri bilang “ Kamu kan pinter…masak nggak nerusin sekolah..”…jawabanku tetap sama…” siapa yang akan membiayaiku Srii..?!..lalu Sri bilang “ kalau begitu biar aku bilang ke ibuku..biar kamu saja yang nerusin sekolah…daripada aku..”…Aku heran dengan kata katanya…tapi nggak mungkin lah sampai segitunya…
Aku memang tidak membayangkan..aku mau meneruskan sekolah…di SMP saja aku dibiayai suster…dan beliau saat itu sudah bertugas di Kalimantan…kami hanya berkomunikasi lewat surat. Menunggu hasil pengumuman bagiku hanya mau memastikan siapa yang juara parallel tahun itu..karena aku optimis masuk nominasi…hanya itu yang ku tunggu…bukan ijasah yang dipakai untuk melanjutkaan sekolah…karena didepanku sudah menunggu masa depan jauh dari dunia sekolah…
Tibalah saat yang ditunggu tunggu…hari pengumuman kelulusan…semua harap harap cemas..menunggu keputusan yang tertulis pada selembar kertas yang dimasukkan ke dalam amplop…….segera kami dikumpulkan di ruang kelas untuk diberi sedikit pejelasan dan kata kata dari wali kelas..kemudian beliau mengumumkan bahwa nilai tertinggi parallel jatuh pada kelas A…saat itu badanku terasa ada yang menyelimuti rasa dingin..cless…karena bukan kelas B yang berarti Koko sang juara…kebanyakan siswa tidak peduli dengan pengumuman ini..karena mereka menunggu amplop yang akan dibagikan…Tapi bagi aku sangat menunggu keberhasilan dari kelas A….Kemudian wali kelasku menyebutkan bahwa peraih nilai tertinggi adalah….” Aku !!”……………….. Yes !! ini yang kumahu…akhirnya kepedihan cinta mengantarkanku untuk jadi “SANG JUARA”..    Aku tak segembira mereka yang menerima dan membuka amplop yang menyatakan LULUS…….karena aku tak tahu apa langkahku selanjutnya….prestasiku tak ada artinya ..langkahku akan terhenti….karena tak ada lagi biaya……Aku pasti jadi pengangguran….
Ibu maafkan anakmu..smoga Tuhan memberikan kebaikan Nya di Alam Sana.

                                                                        Seniman_tanpakarya@yahoo.com

Senin, 13 Desember 2010

TERSANDUNG SYIRIK bag. 2

jelangkung
Dengan papan tulis hitam kecil kami dekatkan tangan jalangkung yang diberi ikatan sebuah kapur tulis putih sebagai media untuk menulis.Sejenak mas Dukun duduk bersila disamping kami dan mulai berkomat kamit membaca mantra entah apa yang diucapkannya.
Tiba tiba ada rasa aneh ditanganku dan pastinya ditangan temanku juga…seperti ada penambhan beban di jalangkung yang kami pegang…boneka itu menjadi terasa berat…kata mas Dukun berarti udah ada arwah yang memasukinya…Sebenarnya sih aku takut juga..bahkan mulai gemetar memegangi boneka itu…tapi aku mencoba untuk menenangkan perasaan dengan mengikuti gerakan gerakan kecil jalangkung dan selalu terkesan mendadak jika jalangkung bergerak….aku semakin takut dengan kejutan kejutan gerakan dari jalangkung …antara percaya dan tidak ,,, jalangkung seakan akan menjawab pertanyaan yang diajukan mas Dukun…..dan kami hanya boleh diam dan harus mengikuti gerakan gerakan yang terjadi…….mantra pertama telah selesai dan ketika mas Dukun mengajukan pertanyaan tentang nama arwah yang memasuki jalangkung ..dengan mendadak jalangkung bergerak menuliskan kapur di papan tulis hitam dengan coretan yang sulit diikuti pembacaannya…seiring dengan garis pertama yang dicoretkan jalangkung aku semakin ketakutan….bagaimana tidak ? kami hanya bertiga di rumah kosong di tengah malam…bermain main dengan setan….akhirnya selesai sudah coretan di papan tulis …dan jalangkung kita pegang sesuai posisi semula saat diam….Mas Dukun mencoba menganalisa …apa yang tertulis dipapan……lalu dengan sedikit komat kamit,mas Dukun mulai membuat pertanyaan lagi ke jalangkung,,,tapi jalangkung tetap diam…dan kami memeganginya dengan gemetar,,karena terpikir olehku jalangkung ini bisa terbang mengacak acak wajah kami seperti  cerita orang orang jika jalangkung marah………Sebenarnya aneh juga,,,masak boneka kayu ini ditanyai nama ,alamat,..,sebab sebab kematiannya….dsb …Tapi karena aku sudah diyakinkan sama mas Dukun kalau dia bisa komunikasi dengan makhluk gaib ya …aku ngikut aja….akhirnya disimpulkan bahwa roh yang masuk jalangkung yang kita pegangi adalah roh seorang bayi…jadi nggak merespon saat ditanya….kemudian mas Dukun mengatakan pada kami akan memanggil roh yang sudah dewasa….kami semakin takut…dan benar saja …sejenak setelah komat kamit ,,jalangkung menjadi terasa berat lagi…kami tidak terlalu kaget karena tadi sudah merasakan seperti apa yang terjadi saat ini…
Pertanyaan kali ini adalah menanyakan tentang ramalan kode nomor buntut yang akan keluar periode minggu depan…ini sebenarnya misi kami…karena aku ingin kaya…ingin mendapat undian PORKAS…buat beli baju,beli sepatu beli buku dan sebagaianya….waktu itu baru musimnya PORKAS…judi resmi dari pemerintah yang berdalih sumbangan untuk olah raga…pelaaaann kapur tulis ditangan jalangkung bergerak dengan garis garis bergetar membentuk gambar sepatu yang tak sempurna…dan anehnya terlihat gambar sepatu yang depannya tergambar jempol yang keluar….,,,,,,,,sebelum melanjutkan pertanyaan berikutnya , mas dukun menganalisa apa yang dimaksud dengan gambar yang sudah tercipta ini…dan berapa angka yang dimaksud oleh gambar ini………
Dari diskusi kami akhirnya kami sepakat bahwa maksud jalangkung adalah angka 17….atau Ji Tu..siji pitu….karena gambarnya adalah driji metu ( jari keluar )…terbayang diriku besuk akan mendapat hadiah unidian meski hanya 2 angka….lumayan dengan uang saku dari embahku yang kukumpulkan akan kebelikan kode buntut semua….biar nambah jumlahya…..!!
Pertanyaan selanjutnya dilakukan…dan mas Dukun menanyakan sesuatu yang kutakutkan….dia menanyakan tentang minuman kesukaan jalangkung…..spontan aku teringat perkataan orang orang bahwa jalangkung paling suka minum darah….dan terbayang olehku jalangkung akan memakanku….akhirnya pikirannku terdramatisir dengan kejadian kejadian menakutkan…spontan jalangkung kulemparkan keatas dan aku lari kencang untuk pulang…..ngeri….teriakan mas Dukun memanggilku tak kuhiraukan….aku tetap lari…meski dari kejauhan dia mengatakan takkan terjadi apa apa ,,,tapi ketakutanku membuat aku berani lari pulang sendirian….
Dengan nafas terengah engah…sampailah di depan pintu rumah….dengan mengatur nafas agar tak terkesan habis berlarian aku memberanikan diri mengetuk pintu…tanpa memanggil nama siapapun yang ada didalam rumah…aku hanya mengetuk sambil sesekali melirik kanan kiri …jangan jangan ada yang mengikutiku…” tok….tok…tok……………tok..tok..tok…” berkali kali aku mengetuk pintu…akhirnya pintu dibuka ….dengan marah ibu tiriku …mengatakan “ mbok yen dodok dodok karo celuk celuk…Su asu..!! bukakke lawang…sing neng njeroki mbok anggep opo ?? hah..!!( kalau ketok pintu mbok sambil sebut nama siapa yang suruh mbuka…misalnya Njing anjing,…bukain pintu…!! Kami itu kamu anggap apa ?? hah !!........)..Aku tertunduk diam…merasa bersalah….akhirnya ibu memanggil bapak dengan mengatakan agar aku diberi hukuman karena main sampai malam baru pulang….terlihat bapak mendatangiku dari dalam rumah…dan hanya mengatakan “ Ayo masuk !!” tanpa marah sedikitpun dan terkesan cuek….tapi kata kata mutiara ibuku masih terdengar dan akhirnya hilang karena aku tertidur…ternyata aku pulang jam 2 malam……..
Besuknya aku semangat sekali untuk masuk sekolah dan sepulang sekolah segera mendaftar beli nomor buntut meski dengan 2 angka …uangku 3 ribu ( tahun 89 )hasil mengumpulkan berminggu minggu kubelikan semua dan aku mulai menyusun rencana untuk membeli apa saja dengan uang yang akan kudapatkan dari hasil undian PORKAS nanti……dengan semangat aku menceritakan kalau besuk aku akan beli ini..beli itu …mau ini ..mau itu….seakan yakin akan mendapat uang kurang lebih 300 ribu……aku seperti orang gila dipermainkan harapanku sendiri yang tanpa sadar sebenarnya hanya dramatisir keyakinan yang belum tentu pasti….
Saat yang dinanti tiba….pengumuman keluarnya kode buntut mulai terdengar dari mulut ke mulut entah siapa yang mengawalinya akhirnya terdengar di komunitas RT ku dan terdengar di telingaku…yang termemori di telingaku hanya kode 3 angka belakang …yang keluar angka 147…………..musnah sudah harapanku….hancur sudah keinginan yang kurencanakan….malu rasa hati ini karena terlalu semangat mengumbar cerita harapan kepalsuan yang kuyakini……akhirnya kusimpulkan mas Dukun ternyata tidak ampuh……saat aku ketemu mas Dukun sore hari….dia mengatakan bahwa tak ada yang salah dengan gambar sepatu sobek dari jalangkung kemarin malam…dank ode buntut yang keluar sudah sangat sesuai dengan gambar sepatu….aku bertanya “kok bisa ?? lha wong yang keluar 147 !! bukan 17 !!”….lalu dia menjelaskan bahwa makna dari “se pa tu “ adalah se= satu ( setunggal ) ,…pat = empat…dan tu..= tujuh…jadi se pat tu = 1 4 7….!! ….aku berpikir ..benar juga nih mas Dukun ternyata aku yang bodoh menterjemahkan kata sepatu…..aku masih tetap percaya pada dukun itu…apalagi saat di memperlihatkan 2 buah batu akik yang ditaruh di piring putih…bisa bergerak mendekat antara batu satu ke batu satunya…..meski awalnya batu akik itu diletakkan berseberangan……katanya batu akik ini adalah batu akik pemikat lawan jenis…..wuih…aku pengin banget memilikinya karena aku sering sekali dijauhi cewek cewek yang ku suka….kata mas Dukun syaratnya berat…ngambilnya di area kuburan di Kartasura…aku jadi ciut mendengarnya karena aku memang penakut……
Aku heran kenapa Bapakku nggak pernah marah jika aku bergaul dengan mas Dukun….ternyata bapakku adalah pengikutnya mas Dukun juga….Cuma hari ritualnya tidak bareng dengan yang anak anak kecil…….lama lama aku bosan dengan nomor buntut yang gak pernah kudapatkan…cerita cerita mistis yang tak pernah kulihat sendiri kesungguhannya…..apalagi murid murid yang tua menceritakan bahwa mereka melihat naga yang sangat besar tertawa…..saat ritual di tengah persawahan……bagiku semua itu hanya bualan orang yang tergila gila dengan harapan palsu….apalagi saat aku mengetahui pengikutnya yang tua ada yang bertingkah aneh ..seolah olah seperti raja….dan benar saja bahwa beliau mengumpulkan semua orang dan mengatakan bahwa dia adalah raja Keraton Solo….Wuaaahh…heboh di keluargaku….sepertinya semua jadi gila gara gara ikut ritual dukun abg di kampungku….
Kupupus harapan untuk kaya…kupupus harapan untuk memiliki banyak teman teman wanita…satu korban dari keluargaku cukup mampu menyadarkanku bahwa gak ada yang benar dengan ucapan dukun…Dukun itu penipu…hanya pandai mempengaruhi…apalagi orang yang tidak punya kemantapan iman seperti aku saat itu….Ketakutan itu hanya tercipta dari imajinasi sendiri…kalo kita berpikir tentang takut maka kita akan benar benar takut…..sesuatu yang tidak ada akan terlihat ada karena halusinasi dari konsentrasi kita saat kita memikirkan sesuatu…..Kalau tidak percaya silahkan dibuktikan….sendirianlah Anda diluar…ambil nafas agar teratur..dengarkan denyut nadi dijantung….sampai benar benar terdengar….lihat depan anda jarak 5 meter….bayangkan depan anda ada tengkorak….pelototi dan yakinkan mata Anda melihat tengkorak…maka anda akan benar benar melihat tengkorak di depan anda….aku pernah membuktikan dan akhirnya aku ketakutan sendiri dan lari masuk kamar…..itu adalah kekuatan konsentrasi…..sisi baiknya adalah jika kita konsentrasi dengan sesuatu yang baik…maka jiwa kita akan didatangi sesuatu yang baik juga ..Insyaa Alloh…!!

Senin, 06 Desember 2010

TERSANDUNG KE SYIRIKAN

Malam sangat dingin …kami berkumpul di depan halaman rumah teman kami yang hanya dikelilingi pohon pisang di kanan kirinya..jam menunjukkan jam 11 malam sebuah waktu yang larut untuk diriku yang biasanya selesai belajar jam 9 harus tidur… kami ada 6 orang ..duduk bersila membentuk shaf…dengan mbah dukun berdiri di depan …membawa 1 piring kaca putih di taruh di tanah….sambil memberikan petunjuk buat kami yang akan ikut menjalani ritual kebatinan.
Anda jangan bayangkan mbah dukun kami adalah orang tua yang berjenggot,memakai surban dengan pakaian jawa kuno….tidak !! sama sekali salah.!! Dia adalah anak muda yang masih duduk di kelas 2 SMA …dan rumahnya persis de sebelah kanan rumahku…bahkan pagar pembatas tanahnya berbatasan dengan rumahku…aku sering melihat dia beraktifitas sehari hari…karena antar rumah tidah ada pembatas seperti jaman sekarang………Tetapi baru baru ini saja aku mengenal dia…lebih tepatnya saat aku mulai kacau sejak diputuskan oleh Valent…tanpa sengaja aku curhat ke dia dan dari tanggapan tanggapan dia masalahku akhirnya aku jadi berteman baik….aku masih SMP sedang dia SMA kelas 2…orangnya ganteng kaya Andi Lau….Yang aku tahu…dia sering dikunjungi teman teman sekolahnya…dan biasanya yang datang adalah orang orang yang habis berkelahi…atau orang orang yang bermasalah…
Suatu ketika aku bertanya…” Mas ..kok temanmu banyak sekali tho !?..dan Kok selalu minta anda untuk ikut denganya …emangnya Anda ini siapa tho ?! Dengan senyam senyum mas dukun ini menjawab…yang intinya teman temanya datang biasanya karena ingin dibantu menghajar atau menyakiti orang lain …lalu kesimpulanku mengatakan bahwa mas dukun ini bisa menghajar orang dari jarak jauh…wueeh..hebat..!! Ceritanya panjang lebar tenang kepahlawanan dia mengalahkan banyak orang dan akhirnya banyak dicari cari orang yang punya hobby berkelahi…Dari situlah aku mulai akrab dan dikenalkan dengan ilmu ilmu ghaib….Dan ternyata hobbynya tidur dikuburan dan tempat tempat winggit pada hari hari tertentu….
Aku tertarik dengan kiprah mas Dukun…dari soal mencari cewek..mencari rezeki,.mencari benda benda keramat..mencari pengasihan…dan sebagainya dia bisa menceritakanya. Ritual pertamaku adalah melakukan perjalana jauh dengan berjalan kaki pada malam Jumat…Setelah kami di briefing di halaman depan rumah temanku kamipun memulai perjalanan…semua sandal atau sepatu dilepas…disimpan didepan pintu rumah temanku…kami mulai mengikuti langkah kaki mas Dukun…kira kira 100 meter kami di minta berhenti…tepatnya di sebuah kebun pisang yang disampingnya adalah kebun kosong yang ditumbuhi pohon bamboo dan sampingnya lagi adalah kuburan di area desa kami…
Badan ini tak hanya menggigil kedinginan…tapi juga menggigil ketakutan..waktu itu musimnya adalah kalau malam anginnya sangat kencang apalagi jika ditengah persawahan…saat berhenti ..mas Dukun member pesan pesan dan membagi jarak perjalanan…seingatku pesannya begini “ Perhatian semua…kita akan menempuh perjalanan yang lumayan jauh tanpa tujuan…dan tanpa rute perjalanan yang jelas…..bagi yang ingin pulang tolong pulang sekarang mumpung jarak dari rumah belum jauh…” bagaimanapun juga tak ada yang berani melepaskan diri dari kelompok…apalagi aku…kalaupun pulang aku pasti dicaci maki ibuku karena pulang malam…akhirnya meski merinding aku putuskan ikut meneruskan perjalanan yang akan dilanjutkan. Pesan ke dua begini “ Untuk semuanya …sama minta jarak antara 1 orang dengan orang lainnya kira kira 10 meter…jadi jangan terlalu dekat..” Spontan kami berebut posisi agar tidak dapat giliran jalan paling belakang….Ribut rebut kami berebut posisi di hentikan mas Dukun dengan pesan ketiganya..” Nanti,..kalau kalian ketemu Pocong…?? ( saat itu bulu kudukku langsung berdiri dan semakin merinding ketakutan ..) kalian jangan kaget !! atau kalian nanti melihat sesuatu yang terbang di depan kalian…kalian tidak boleh takut…!! Oke kita teruskan perjalanan…
Dengan rasa dingin dan takut aku mengikuti rombongan…aku orang paling belakang tapi aku selalu mendekat ke orang di depanku…aku takut sekali jika jauh dari mereka….dengan tengak tengok kanan kiri dan dengan rasa yang campur aduk aku mengikuti kemana arah rombongan berjalan….terpikir olehku untuk mengakhiri perjalanan ini…tapi terlanjur jauh…rutenya adalah melewati pingiran kuburan…pinggiran sungai…dan selalu menghindari perkampungan…rasa takut semakin lengkap saat harus melewati pinggiran sungai dan harus menyeberanginya..padahal diatas sungai adalah pepohonan bamboo yang besar besar dan rimbun….resikonya tak hanya ketemu hantu…tapi bisa tergigit ular dan tergores benda benda di dasar sungai…akhirnya karena semua takut ..kami tidak membuat jarak antara satu dengan lainnya…
Entah jam berapa kami dihentikan di sebuah jalan kecil ditengah sawah…kupandang depan …jarak 200 meter kedepan adalah rimbunan pohon bambu dan pohon pohon besar…terlihat kehitam hitaman…sebelah kiriku kulihat sawah membentang....lalu sebelah kananku hamparan sawah juga membentang tampak kehitam hitaman ..hanya suara aliran air di selokan sawah…dan terdengar bunyi bunyian malam binatang sawah….di belakangku juga hanya terlihat sawah….kusimpulkan aku telah keluar dari sungai dibawah pohon pohon bamboo dan sekarang berada ditengah sawah yang terbuka dengan angin yang sangat dingin……….Kudekapkan ke dua tangan ke bahuku karena kedinginan…sesekali gigi ini gemeretak ..menahan dingin…sejenak kami dibiarkan dengan kebingungan kami masing masing…lalu kami diperintahkan untuk mengambil posisi meditasi senyaman mungkin dengan jarak antar kami kira kira 5 meter….tapi tetap berdiri..tidak boleh duduk….aku sudah tidak konsen dengan tujuan awal untuk mengenal alam…yang kurasakan hanya dingin dan takut…aku menyesal ikut rombongan…pikirku lebih baik di omeli ibu daripada begini…
Sebelum dimulai meditasi kita ditunjukkan kearah sebuah pohon besar di salah satu sisi…dan masing masing mata diminta melihat dengan benar…bahwa disana tampak sebuah hantu yang bergelantungan….spontan rasa penyesalanku bertambah dan aku justru smakin takut ..melihat pohon yang ditunjukkan…sebagian teman berani memelototkan mata…melihat apa yang terjadi dengan dipegangi mas Dukun…sebagian lain sok berani sambil bilang kalau mereka melihat…kadang aku berpikir …masak hantu bisa dilihat bareng bareng…tapi aku tetap tidak berani memfokuskan mata….
Setelah jarak kami sudah teratur…masing masing berdiri ditempat tempat nyaman dengan tangan bebas berposisi asal bisa nyaman…Mas Dukun mulai memberikan wejangan wejangan..dan satu yang terdengar di telingaku adalah “ Jika saat kalian terpejam dan merasakan ada sesuatu di tubuh anda …biasanya anda sedang dipegang tangan genderuwo..yang jari jarinya sebesar buah pisang kluthuk…” nafasku semakin nggak teratur…ingin rasanya berteriak…tapi mau gimana lagi…kalau nggak mengikuti sudah ada ancaman untuk ditinggal sendiri …karena aku yakin mas Dukun ini bisa menahan dari jarak jauh…akhirnya aku ikut menjalani apa yang diperintahkan….kita tidak boleh mengeluarkan suara ..harus diam dan hening….Aku sibuk dengan perasanku sendiri ..macam macam rasa tumpang tindih silih berganti….aku stress…aku hanya melihat 1 temanku di sebelah ..sedang yang lain nggak kelihatan…karena kami menyebar…akhirnya samar samar kudengar perintah untuk memejamkan mata …….Apa yang Terjadi ?!!
Awalnya saat mata terpejam tak terasa apapun kecuali terasa dingin dan takut oleh perasanku membayangkan apa yang terjadi…lama kupejamkan mata kira kira 2 menit…suasana hati berubah…bahu kananku benar benar terasa ada yang menyentuh…satu jari bergerak pelan diatas bahu dari belakang mengarah ke depan kemudian terasa ada 2 jari yang menyentuh…dan 3 jari besar terasa menyentuh…jari sebesr buah pisang menyentuh bahu kananku….badanku bergetar..mulutku merapat…dan tubuhku sangat tegang…ada genderuwo dibelakangku….aku merasakan tangan mulai bergerak ke dada…spontan aku meloncat dan berteriak karena takut….anehnya…tak ada apa apa di belakangku…dan temanku yang didepanku seolah nggak mendengar teriakanku…dia tetap diam…dan teman teman yang lain pun tak ada yang mendatangiku…aneh…ketakutanku tak ada yang merespon…aku semakin takut…dengan mata terbuka aku takut melihat sekeliling…sebentar sebentar aku memalingkan mata kearah tertentu dengan cepat….lalu aku mencoba kembali memejamkan mata….dan terasa lagi ada sentuhan tangan besar dipundakku….aku membelalakkan mata lagi …dan aneh…tak ada apa apa disana…berkali kali aku kentut saat memejamkan mata..dan anehnya aku tidak bisa kentut saat mata terbuka….aku stress…berharap semua ini selesai dan pulang…10 menit aku berada dalam ketakutan yang sangat…tanpa ada yang peduli…akhirnya mas Dukun mendatangi dan meminta semua berkumpul mendekat …masing masing menceritakan pengalaman batinya….hanya aku yang bingung apa yang harus aku ceritakan…selain kedinginan dan ketakutan………..lalu kami pulang bareng bareng lagi tapi kali ini lewat jalan umum…tidak lagi menyusuri tempat tempat horror….sesampainya di pintu masuk desa …masing masing teman pamit pulang ke rumah masing masing…dengan pesan besuk diulangi lagi petualangan malamnya..Kebetulan karena rumahku bersebelahan dengan mas Dukun…aku bareng beliau dengan satu lagi temanku yang rumahnya dekat rumahku…Kami tidak boleh langsung pulang…tapi kami berdua diajak ke rumah kosong tidak jauh dari rumahku…anehnya kami menurut saja….setelah masuk diruang tengah ..kebetulan pintu masuk rumah tidak dikunci karena hanya pintu triplek..kami disuruh memegangi gayung air yang sudah dibentuk boneka beserta keranjang tumpuannya….atau lebih trend disebut “JALANGKUNG”… BERSAMBUNG……